Abdurrahman Azzam Senior SEO Specialist di salah satu provider hosting terbesar di Indonesia. Passionate pada topik desain & teknologi.


Aliran Realisme: Pengertian, Ciri, Tokoh, dan Sejarahnya

3 min read

 

Pengertian Aliran Realisme, Ciri, Tokoh, dan Sejarahnya
Pengertian Aliran Realisme, Ciri, Tokoh, & Sejarahnya | ©Unsplash.com

Seni adalah ungkapan keindahan dan keinginan manusia yang digambarkan melalui berbagai macam bentuk salah satunya adalah dalam bidang seni rupa.

Seni rupa dalam sejarahnya memiliki bermacam-macam aliran yang setiap alirannya memiliki interpretasi atau kekhasan yang berbeda dalam menggambarkan hasil karyanya. Salah satu aliran yang terkenal adalah aliran Realisme.

Pengertian aliran realisme, ciri, tokoh, dan sejarahnya akan kami jelaskan dalam artikel berikut. Mari kita simak!

Pengertian Aliran Realisme

Pengertian aliran Realisme adalah karya seni yang menampilkan hal yang sesuai dengan yang ada dalam keseharian tanpa melebih-lebihkan atau memberikan interpretasi tambahan.

Dari pengertian aliran Realisme tersebut, maka dapat disimpulkan juga bahwa makna Aliran Realisme adalah mengacu pada usaha dalam seni rupa untuk menunjukkan kebenaran baik kebenaran tersebut baik atau buruk sekalipun.

Adapun untuk subjek aliran Realisme adalah cenderung menyerupai benda aslinya dibandingkan dengan lukisan yang bergaya atau abstrak.

Beberapa ahli berpendapat bahwa aliran realisme sebagai wujud gerakan seni modern yang pertama dan merupakan reaksi terhadap paham romantisme yang telah mapan. Aliran Realisme berkembang dan mendominasi di Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat.

Baca jugaAliran Naturalisme: Pengertian, Ciri, Tokoh, dan Sejarahnya

Ciri-Ciri Realisme

Ciri-Ciri aliran Realisme adalah sebagai berikut:

  • Mengangkat tema keseharian atau yang dialami oleh mayoritas orang secara umum.
  • Menggambarkan masyarakat yang kontemporer dan nyata.
  • Aliran Realisme tidak menyukai lukisan yang yang dilebih-lebihkan seperti pada paham Romantisme sebelumnya.
  • Karya realis menggambarkan kelompok masyarakat dari berbagai kelas sesuai dengan kondisi aslinya.
  • Memiliki detail gambar yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya (natural).
  • Melukiskan apa adanya dan objektif terhadap kalangan atas. Maksudnya adalah tidak hanya kebaikannya saja yang digambar, melainkan juga sisi buruknya seperti tragisnya perang yang berasal dari permainan politik.
  • Pelukisnya mempunyai teknik yang tinggi.
  • Kehidupan rakyat sederhana juga digambarkan dengan baik yaitu dari rumah dan pakaian yang tidak seperti kaum bangsawan.
Contoh Lukisan Aliran Realisme
Contoh Lukisan Realisme| ©Theartist.me

Tokoh Aliran Realisme

Tokoh aliran Realisme sangat berperan penting dalam kemajuan aliran ini. Beberapa tokoh tersebut memiliki karya lukisan aliran Realisme terbaik dan terkenal bahkan hingga saat ini karena tekniknya yang menggambarkan realis dengan luar biasa.

Tokoh aliran Realisme tersebut adalah sebagai berikut:

1. Gustave Courbet

Tokoh aliran Realisme yang pertama ini adalah pelukis asal Perancis yang memimpin gerakan Realisme di pertengahan Abad ke -19. Courbet menolak gaya klasik konvensi akademik seni Prancis dan Romantisisme yang ada pada masa sebelumnya.

Ia ingin membuat karya yang sesuai dengan apa yang dilihatnya. Untuk itu, lukisannya berfokus pada realitas fisik benda yang dia amati walaupun benda tersebut dipandang sebagai sesuatu yang tidak indah.

Karyanya juga ia jadikan sarana untuk memperjuangkan rakyat kecil dan hak kaum tani ketika terjadi pergolakan politik di Prancis.

Lukisan aliran Realisme yang pernah ia buat adalah A Burial at Ornans yang menceritakan fakta penguburan yang nyata dan menghindari konotasi spiritual yang dilebihkan.

2. Thomas Eakins

Thomas Eakins adalah pelukis sekaligus pemahat yang berasal dari Amerika Serikat. Dia memperdalam ilmu seninya di Eropa tepatnya di Sekolah Seni Rupa Pennsylvania. Ia kemudian menjadi professor seni rupa di Pennsylvania dan membuat berbagai karya seni lukis.

Tokoh yang satu ini sosok kontroversial karena mempekerjakan model telanjang dalam kelasnya sehingga diapun diberhentikan. Salah satu karyanya yang terkenal adalah Gross Clinic.

3. Jean-Francois Millet

Tokoh selanjutnya adalah Jean-Francois Millet yang juga merupakan pelukis Prancis. Ia juga turut andil dalam mendirikan sekolah Barbizon di Prancis. Dari kedermawanannya tersebut, ia dikenal dengan seniman yang menyukai kehidupan sederhana, berbeda dengan seniman lain pada masa itu.

Millet memiliki ketertarikan untuk melukis masyarakat biasa yang memiliki pekerjaan fisik karena dari gambarnya menunjukkan kebajikan dari masyarakat biasa tersebut. Hasil karyanya terkenal dengan adanya pesan religious yang sering menyertai lukisannya.

Salah satu karyanya yang terkenal adalah lukisan bernama Potato Harvest yang menggambarkan para petani yang bekerja di perkebunan.

Karena banyak membuat lukisan yang mendukung kelas Petani, karyanya tidak disukai oleh kebanyakan kaum kalangan atas.

4. Edouart Manet

Pelukis yang satu ini adalah orang yang pertama kali melukis kehidupan modern. Tokoh ini tidak hanya berperan penting dalam aliran Realisme, tetapi juga transisi ke aliran Impresionisme.

Manet lahir dari kaum kalangan atas dengan koneksi politik yang kuat, namun dia lebih memilih untuk bergelut dalam dunia seni lukis.

Lukisannya dianggap sebagai lukisan watershed yang menandai lahirnya seni modern karena ia memilki gaya dan teknik tersendiri sehingga terkesan inovatif dan memiliki pengaruh besar terhadap pelukis modern lainnya.

Salah satu karya lukisan Realisme-nya berjudul A Bar at the Folies Bergere yang menggambarkan suasana kesehariannya yang berlokasi di bar tempat ia biasa bercengkrama bersama temannya.

Pada masa itu, subjek yang dipilihnya merupakan hal yang tidak pernah diangkat oleh seniman lainnya karena merupakan hal yang tabu. Namun, Manet berhasil membuat lukisan tersebut dengan permainan perspektif sehingga disebut sebagai salah satu bapak Seni Modern.

Baca jugaBegini Sejarah DKV yang Perlu Anda Ketahui!

Sejarah Aliran Realisme

Sejarah aliran Realisme ini muncul didominasi oleh tokoh yang berasal dari Prancis. Hal ini karena Prancis adalah negara dengan kebudayaan seni yang paling baik pada masa itu.

Pada mulanya, untuk memajukan bidang seni, Akademi Seni Prancis menetapkan standar untuk karya seni di seluruh Eropa.

Caranya adalah dengan memberikan pelatihan kepada seniman muda yang berbakat dan memilih karya-karya terbaik untuk dipamerkan di The Paris Salon yang merupakan galeri yang bergengsi.

Dalam akademi seni tersebut, juga ditetapkan aturan mengenai genre atau tema apa yang dijadikan tema terbaik seperti mitologi klasik, Alkitab, literatur, atau sejarah manusia. Tema tersebut hanya diizinkan dilukis oleh sebagian kecil saja oleh pelukis ternama.

Tema tersebut juga menjadi tolak ukur penilaian seni lukis. Adapun untuk tokoh kalangan atas dinilai sebagai tema yang terbaik diikuti dengan tema pemandangan dan benda mati.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, para seniman merasa berbagai standar dan tema tersebut membuat seniman tidak bisa mengekspresikan pikirannya secara bebas.

Apalagi bagi seniman yang mendukung keadilan dan masyarakat biasa, tema dan paham romantisme saat itu, hanya menguntungkan bagi kalangan atas saja.

Oleh karena itu, pada masa gejolak politik Prancis, sejarah Aliran Realisme mulai muncul menggantikan idealistik dari paham romantisme.

Beberapa pelukis ingin mengangkat kehidupan sehari-hari dan menyuarakan masyarakat biasa untuk memiliki bobot yang sama. Walaupun, mendapatkan banyak kritikan oleh seniman tradisional sebelumnya, aliran Realisme ini kemudian banyak berkembang diikuti beberapa tokoh baru yang bermunculan.

Demikian penjelasan lengkap mengenai aliran Realisme mulai dari pengertian hingga sejarah aliran Realisme. Semoga bermanfaat!

Abdurrahman Azzam Senior SEO Specialist di salah satu provider hosting terbesar di Indonesia. Passionate pada topik desain & teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *