Abdurrahman Azzam Senior SEO Specialist di salah satu provider hosting terbesar di Indonesia. Passionate pada topik desain & teknologi.


10 Jenis Font dan Kegunaannya yang Harus Diketahui

3 min read

Jenis Font dan Kegunaannya
Jenis Font dan Kegunaannya | ©Unsplash.com

Banyak sekali jenis font yang berkembang dewasa ini. Tentunya tiap-tiap font punya kegunaannya; untuk membuat judul, logo, buku, artikel, surat-menyurat, dan lain sebagainya. Agar tidak salah dalam menggunakan font, mari simak artikel di bawah ini.

Ragam font yang dipakai untuk kepentingan desain sangatlah banyak. Hal ini tergantung pada desain apakah yang sedang dibuat. Misalnya, Anda sedang mendesain pamflet seputar kesehatan, maka wajib mempertimbangkan penggunaan font yang lebih sederhana dan mudah dibaca.

Jenis font yang dipakai untuk desain spanduk rumah makan tentu beda lagi. Pemilihan font bisa lebih mengarah pada bentuk yang eksentrik supaya menonjol dibanding spanduk-spanduk lainnya.

10 Jenis Font untuk Desain dan Kegunaannya

Nah, berikut ini ada beberapa jenis font yang banyak dipakai untuk kepentingan desain. Mungkin bisa Anda jadikan bahan pertimbangan.

1. Font Serif

Font serif ini termasuk jenis font yang mudah dibaca dan biasanya dipakai untuk artikel sebuah majalah. Ketebalan jenis font ini juga beragam, ada yang sangat tipis dan ada juga yang agak tebal.

Beberapa jenis font serif yang saat ini banyak dipakai adalah georgia, cambria, trajan pro, rockwell, roboto slab, times new roman, century, garamond dan masih banyak lainnya.

Selain dipakai untuk artikel majalah baik online maupun offline, font serif ini juga biasanya digunakan untuk membuat surat resmi, jurnal ilmiah, buku cetak, dan beberapa bentuk pengumuman resmi kedinasan.

Ciri khas font serif dari jenis font yang lain adalah adanya garis lurus pada bagian awal dan akhir huruf. Adanya garis ini menyebabkan tulisan terlihat lebih rapi.

Baca juga : Mengenal Jurusan Desain Komunikasi Visual!

2. Jenis Font San Serif

Jenis font san serif ini punya ciri khas yang sebaliknya dengan jenis font serif, yaitu tidak punya garis huruf, baik di awal maupun akhir. Kesan tulisan yang dihasilkan lebih normal layaknya tulisan tangan biasa.

Beberapa font san serif yang banyak dipakai adalah arial, arial narrow, arial black, franklin gothic book, tahoma, calibri, lucida sans, microsoft sans, segoe UI, berlin san FB dan masih banyak lainnya.

Kegunaan dari jenis font san serif hampir sama dengan font serif, yaitu untuk kepentingan resmi atau semi resmi dimana tujuannya adalah memudahkan orang untuk membaca.

Jenis font san serif ini banyak dipakai untuk buku-buku cetak seperti novel atau buku populer karena terlihat lebih netral. Sebagian orang juga menggunakannya untuk karya tulis ilmiah atau presentasi.

3. Jenis Font Script

Font script ini menunjukkan sebuah keindahan dan keunikan tulisan manusia. Ciri khas dari jenis font yang satu ini adalah bentuknya yang unik, lucu, dan menunjukkan sebuah perasaan.

Contoh jenis font script antara lain comic sans, ravie, boulder, papyrus, curl, vivaldi, harlow, mistral, love letters, mandingo, amazone, dan masih banyak yang lainnya.

Bentuk huruf script ini terus dikembangkan sehingga terdapat varian-varian baru.
Adapun kegunaan dari jenis font script ini bisa untuk tulisan-tulisan pamflet, leaflet, spanduk/ MMT, dan sejenisnya.

4. Jenis Font Dekoratif

Jenis font dekoratif memiliki ciri tidak mudah dibaca. Bentuknya bisa compang-camping, tidak rata, sangat unik.

Tujuan penggunaan font dekoratif ini adalah untuk membuat sebuah logo. Alasannya karena font tipe ini memang sangat berkarakter sehingga menunjukkan perbedaan mencolok dengan tulisan lain bila dipakai untuk logo.

Selain untuk logo, jenis font dekoratif juga dipakai untuk hal-hal yang sifatnya tidak resmi. Misalnya sebagai tulisan karikatur, pelengkap gambar-gambar seni, graffiti, dan beragam kepentingan seni lainnya.

Kadang kala, font dekoratif dipakai untuk tujuan dinikmati keindahannya.

5. Jenis Font Handwritten

Jenis font yang kelima adalah handwritter. Sesuai dengan namana, font ini layaknya tulisan tangan tegak bersambung. Hasil ketikan jenis font ini seolah ditulis dari media kuas, bukan balpoint sehingga menimbulkan kesan klasik dan eksotik.

Ciri khas font handwritten adalah bentuknya miring, ketebalannya tidak merata, dan terkesan klasik. Sebagian jenis huruf ini berbentuk latin.

Nah, kegunaan font handwritten adalah untuk menuliskan nama sebuah toko, membuat judul, membuat surat klasik, dan undangan. Khususnya untuk menuliskan nama mempelai.

6. Jenis Font Slab Serif

Seperti tipe serif lainnya, jenis font slab serif juga mudah dibaca dan kesannya simpel. Beda slab serif dengan jenis font serif lainnya adalah pada besarnya huruf dan ketebalan. Yah, font yang satu ini biasanya ditulis dengan huruf besar semua dan tebal.

Saat Anda mengetikkan huruf, maka font slab serif akan memunculkan ketebalan diatas standart seolah sedang dibold. Padahal, sebenarnya Anda sedang memberikan ketebalan biasa.

Kegunaan jenis font slab serif adalah untuk membuat judul pada majalah, judul artikel, judul bab pada buku, atau bacaan lainnya. Tujuannya tentu saja agar pembaca dapat menemukan judul bacaan dengan mudah.

7. Jenis Font Color Font

Untuk kepentingan desain grafis, jenis font yang satu ini sangat membantu. Pasalnya, bukan hanya bentuknya yang unik, tapi juga memiliki warna-warna menarik yang beragam.

Jenis font ini sangat cocok untuk membuat brosur atau media advertising lainnya karena mudah menarik pandangan dan menimbulkan kesan ceria.

8. Jenis Font Victorian Parlor

Kalau jenis font yang ini sangat cocok disandingkan dengan desain bertema vintage. Bisa dikenakan pada undangan, ragam seni dua dimensi, atau album foto.

Victorian parlor memberikan kesan klasik yang lebih simpel dibandingkan handwritting. Ciri lainnya adalah paduan dari huruf latin biasa dan bersambung.

9. Jenis Font Blackletter

Jenis font blackletter punya kesan metal yang kuat. Hurufnya sendiri tidak mudah dibaca dan secara psikologis bermakna mengintimidasi dengan karakter yang kuat.
Kegunaan dari font yang biasanya berwarna hitam ini adalah untuk tulisan cover sebuah album musik.

10. Jenis Font Polya

Font yang satu ini memang tergolong baru dan punya kesan seperti kertas kusut. Adanya jala-jala pada huruf membuatnya terlihat timbul. Jenis font 3D ini biasanya dipakai untuk logo atau nama sebuah brand.

Baca juga : 5+ Cara Membuat CV yang Menarik Bagi Perusahaan


Itulah 10 jenis font yang memiliki kegunaan beragam, bisa untuk kepentingan desain grafis, tulisan resmi, atau bentuk seni lainnya. Manakah jenis font yang kamu sukai?

Sebelum memilih jenis font, jangan lupa lihat dulu kegunaan dari masing-masing agar tidak salah pilih.

Abdurrahman Azzam Senior SEO Specialist di salah satu provider hosting terbesar di Indonesia. Passionate pada topik desain & teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *