Abdurrahman Azzam Senior SEO Specialist di salah satu provider hosting terbesar di Indonesia. Passionate pada topik desain & teknologi.


Usaha Desain Grafis: Begini Cara Memulainya!

3 min read

Cara Memulai Usaha Desain Grafis
Cara Memulai Usaha Desain Grafis | ©Unsplash.com

Dibandingkan menjadi karyawan di suatu perusahaan, beberapa orang lebih tertarik untuk membuka usaha desain grafis sendiri. Ada berbagai jenis bisnis desain grafis yang bisa Anda geluti seperti web desain, editing video, desain kaos, layouter, dsb.

Dari banyaknya bisnis desain grafis tersebut, Anda harus memilih secara tepat sesuai dengan bidang yang Anda kuasai sebelum memulainya.

Selanjutnya, perhatikan beberapa hal cara memulai usaha desain grafis yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

9 Cara Memulai Usaha Desain Grafis

Untuk memulai usaha desain grafis, Anda tidak perlu bingung harus memulainya dari mana. Lakukan langkah berikut agar bisnis desain grafis yang Anda kelola dapat berjalan lancar dan tidak berhenti di tengah jalan.

1. Pahami dan Tentukan Usaha Desain Grafis

Hal pertama yang perlu dilakukan yaitu memahami jenis bisnis desain grafis tersebut apakah sesuai dengan kemampuan Anda. Anda bisa mencarinya pada artikel contoh bisnis desain grafis.

Setelah Anda memahami semua jenis tersebut, maka saatnya untuk memilih sesuai minat sehingga peluang usaha desain grafis yang Anda rintis dapat berjalan lancar dan maksimal.

Baca juga : Cara Memulai Bisnis Baju Desain Sendiri

2. Tentukan Modal

Modal adalah penunjang untuk keberlangsungan usaha Anda. Untuk itu, sebelum memulainya siapkan dulu berapa modal yang bisa Anda sanggupi untuk membayarnya. Pada dasarnya modal utama untuk desain grafis itu terdiri dari:

  • Skill: Jika ingin membuka usaha desain grafis, maka modal utama harus mempunyai keahlian dan minimal pernah menempuh pendidikan desain grafis.
  • Laptop/PC: Membuat desain grafis tidak terlepas dari laptop/PC. Laptop tersebut juga harus memiliki spesifikasi yang bagus untuk mendukung kebutuhanmu.
  • Aplikasi: Hal yang tidak boleh terlewat adalah aplikasi yang memfasilitasi Anda untuk melakukan proses editing, desain, dsb. Untuk itu, aplikasi ini menjadi hal yang utama dalam usaha desain grafis Menginstal aplikasi bisa Anda dapatkan secara gratis atau berbayar. Namun, untuk kebutuhan bisnis yang besar, akan lebih baik untuk membeli lisensinya agar mendapatkan fitur yang maksimal.

Modal tersebut bisa didapatkan dari tabungan pribadi Anda atau membuka investasi bagi relasi Anda lalu membagi keuntungannya.

3. Analisis Peluang Usaha Desain Grafis

Analisis peluang usaha desain grafis juga bisa dilakukan dengan berbagai metode salah satunya adalah SWOT (Kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman).

Penentuan Strengths (kekuatan) dan Weakness (kelemahan) didapatkan dari faktor internal yang ada dalam bisnis Anda. Faktor ini bisa dikontrol dan dievaluasi.

Sedangkan untuk Opportunities (peluang) dan Threats (ancaman) adalah hal eksternal yang mempengaruhi bisnis Anda. Anda harus memaksimalkan peluang dan melindungi dari ancaman.

Analisis SWOT merupakan bagian dari proses perencanaan bisnis untuk menentukan arah bisnis yang akan dicapai. Dari analisis ini, sangat berguna untuk menilai situasi dan peluang usaha desain grafis Anda serta menentukan strategi untuk bergerak maju.

4. Tentukan Tarif Usaha Anda

Penentuan tarif juga sangat penting untuk menjalankan usaha ini. Anda perlu melakukan survei terlebih dahulu berapa tarif yang cocok untuk bidang yang Anda kerjakan. Hal ini penting supaya tarif usaha Anda tidak kemahalan atau tidak terlalu murah.

Setelah itu, Anda juga bisa mempertimbangkan dari segi pengeluaran dan kerumitan desain yang Anda buat.

5. Persiapkan Teknis Berbisnis

Teknis dalam berbisnis juga harus Anda siapkan meliputi target pendapatan atau pelanggan yang ingin dicapai tiap bulan.

Target tersebut befungsi agar Anda termotivasi untuk mencapai tujuan Anda sehingga keuntungan bisa diraih.

Selanjutnya tentukan target pasarnya juga untuk siapa, teknik dalam desain grafis yang akan dipakai, serta bentuk bisnis yang akan Anda jalankan. Apakah bisnis freelance pribadi, kerjasama dengan teman, CV (perseroan komanditer), hingga membuat bisnis skala perusahaan.

6. Tentukan Alat dan Lokasi Bisnis

Langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah menentukan alat yang akan digunakan dalam menjalankan bisnis. Alat ini berupa laptop yang memadai, mouse, dan peralatan lain untuk mendesain.

Jika Anda ingin membuka bisnis desain sekaligus percetakan, maka Anda juga harus menyiapkan printer yang juga mendukung. Selain itu, lokasi bisnis juga menentukan keberhasilan usaha jika Anda ingin berbisnis offline.

Pilihlah tempat yang strategis di pinggir jalan kota yang ramai dilewati orang, di wilayah kampus, kantor, atau sekolah. Dengan begitu, bisnis Anda lebih berpeluang untuk mendapatkan pelanggan lebih banyak lagi.

Pastikan juga ruang kerja Anda nyaman supaya tidak mudah dilanda kebosanan. Apalagi jika Anda memiliki karyawan, maka lingkungan kerja yang nyaman sangat penting untuk produktivitas karyawan.

7. Urus Izin Usaha Desain Grafis

Jika Anda membuka bisnis dengan skala yang cukup besar seperti CV atau membangun perusahaan, maka Anda perlu mengurus izin usaha terlebih dahulu. Izin berbisnis tersebut sangat penting untuk dibuat agar bisnis Anda legal dan diakui pemerintah.

Hal tersebut berfungsi untuk menghindari masalah di kemudian hari. Selain itu, usaha yang sudah memiliki surat izin akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan pelanggan.

Manfaat lainnya melakukan perizinan usaha adalah menghindari resiko plagiarisme yang dilakukan oleh bisnis lain terhadap bisnis Anda misalnya berkenaan dengan nama merek atau logo perusahaan.

Jika Anda sudah mendapatkan izin lalu ada yang meniru bisnis Anda, maka Anda bisa menuntutnya di pengadilan.

8. Bangun Relasi Untuk Memajukan Bisnis Anda

Hal yang mendukung berjalannya bisnis adalah relasi. Dengan punya banyak koneksi, maka bisnis Anda menjadi semakin besar. Anda bisa membangun relasi dengan mengikuti grup pemilik bisnis dengan bidang yang sama atau perusahaan yang membutuhkan desain grafis.

Dengan begitu, Anda bisa menawarkan kerjasama untuk jangka pendek atau jangka panjang dan memiliki investor untuk bisnis.

Selain itu, Anda juga bisa dijadikan sebagai mitra bisnis yang mempercayakan Anda untuk pekerjaan desain sehingga nantinya Anda akan memiliki pelanggan setia.

9. Lakukan Promosi

Jika Anda masih baru membuka bisnis, maka penting untuk mempromosikan bisnis Anda. Mulailah dahulu dari lingkungan terdekat, yaitu kerabat dan teman-temanmu. Setelah itu, promosikan juga secara online melalui media sosial pribadi atau membuat media sosial khusus bisnis Anda.

Jangan lupa sertakan pagar (#) agar bisnis Anda mudah ditemukan ketika orang lain sedang membutuhkan desain grafis.

Promosikan bisnis Anda dengan baik misalnya dengan menginformasikan keunggulan bisnis Anda dan apa yang ditawarkan. Tambahkan juga portofolio hasil desain Anda atau bukti kepuasan konsumen agar mudah mendapatkan kepercayaan.

Baca juga : Yuk Mengenal Jurusan Desain Komunikasi Visual!


Demikian penjelasan cara memulai usaha desain grafis bagi pemula agar bisnis desain grafis Anda berkelanjutan dan tidak berhenti di tengah jalan. Semoga bermanfaat!

Abdurrahman Azzam Senior SEO Specialist di salah satu provider hosting terbesar di Indonesia. Passionate pada topik desain & teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *